Nobar Laskar Pelangi bersama Andrea Hirata, ratusan warga penuhi KBRI Singapura
Ratusan warga Indonesia berbondong-bondong memenuhi gedung wisma KBRI Singapura dalam rangka nonton bareng (nobar) film Laskar Pelangi bersama Andrea Hirata.
Singapura, 21 Februari 2012.
Ratusan warga Indonesia berbondong-bondong memenuhi gedung wisma KBRI Singapura dalam rangka nonton bareng (nobar) film Laskar Pelangi bersama Andrea Hirata. Hal ini sangatlah istimewa, karena walaupun acara dilaksanakan pada Minggu pagi (19/2), entuasisme warga justru terlihat sangat tinggi. Sebagian warga bahkan sebelumnya sudah pernah menonton film ‘landmark’ ini.
“Acara ini terlaksana sangat baik! Saya dan teman-teman enjoy”, seru Tommy Kurniawan, seorang pekerja profesional yang ikut menonton Laskar Pelangi di KBRI Singapura. Terlihat juga hadir Andri Hadi, Duta Besar Indonesia untuk Singapura dan Clarence Heng, Manajer Marketing dan Sales Garuda Indonesia cabang Singapura.
Banyak yang terlihat senang setelah mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan seorang penulis legendaris, Andrea Hirata. “Buku ini sangat berguna saat saya gunakan untuk mengajar anak-anak, saya ucapkan terima kasih”, ungkap Tini, yang sempat mengajar bahasa Indonesia di Jepang. Di antara pesertanya, terlihat juga banyak yang berprofesi sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT). Pada saat sesi tanya jawab, Margareta Nababan, salah satu PLRT, berpendapat bahwa “Kisah ini [Laskar Pelangi] bisa memotivasi kita untuk bisa berhasil”.
Setelah acara nobar selesai, Andrea juga sempat menampilkan talentanya yang selama ini jarang disorot media: bermain gitar. Andrea bermain gitar bersama seorang vokalis muda bernama Meda Kawu. Keduanya terlihat sangat kompak dalam menyanyikan lagu ‘Negeri Laskar Pelangi’. Menurut Meda lagu ini “liriknya ditulis sendiri oleh Andrea”.
Di penghujung acara tanya jawab, beberapa peserta sempat menuturkan pertanyaan seputar rencana kegiatan Andrea yang akan datang, terutama yang berkaitan dengan pembuatan film dengan produser di Amerika Serikat. Untuk hal ini, Andrea hanya sempat mengatakan bahwa “[saya] datang ke sini untuk anda! Tunggu dan lihat saja nanti.”. Herannya, penonton malah membalasnya dengan tawaan puas mereka yang terbahak-bahak, bukan karena jawabannya, melainkan atas kesenangan mereka setelah berkesempatan bertemu sosok Andrea Hirata, yang bisa dibilang lumayan humoris.
Acara film screening Laskar Pelangi ini diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia di Singapura (FKMIS). Ketika diminta komentarnya tentang alasan FKMIS memilih Laskar Pelangi, Edward Hutapea, salah satu panitia, berpendapat bahwa film ini bisa membuat “[saya] teringat hak setiap anak untuk bersekolah dengan layak; dan kita perlu proaktif mewujudkannya”. Selain itu acara ini bisa membantu warga “Menggugah! [dan] Membuat kian rindu dekapan Ibu Pertiwi”, tutur Rahman Wijaya, perwakilan dari FKMIS.

Saat sesi tanya jawab, Andrea turun dari panggung. Hal ini menciptakan suasana keakraban yang luar biasa dengan para peserta acara.
Sosok Andrea Hirata tidaklah asing lagi untuk orang-orang Indonesia meskipun mereka berada di luar negeri. Film Laskar Pelangi menceritakan tentang suka duka anak-anak miskin di Pulau Belitong yang terus gigih berjuang menuju masa depan yang lebih cerah meskipun fasilitas pendidikan mereka sangat minim. Kisahnya diadopsi langsung dari novel yang sebelumnya ditulis oleh Andrea Hirata. Dalam bukunya, Andrea bercerita berdasarkan pengalaman pribadinya sendiri, ketika ia, seorang ‘Ikal’ masih bersekolah di SD Muhammadiyah, Belitong.
Untuk kawan-kawan yang tertarik belajar menulis dari Andrea, IPA Voices sebelumnya pernah berkesempatan mengadakan sesi ‘Ngopi Bareng’ bersama Andrea Hirata. Penulis legendaris tersebut sempat menjabarkan tips pribadinya perihal menulis dan potensi tulisan anak-anak Indonesia untuk bisa mendunia. Baca selengkapnya di sini.
oleh Maulana Bachtiar.







