Tri Mumpuni sang ‘Penerang Desa’ akan hadir sebagai juri ‘IPA SOLVE Awards’ di Singapura
Singapura, 19 Oktober 2011.
IPA Voices: Maulana Bachtiar dan Alika Tuwo.
Tri Mumpuni, wirausahawan kelistrikan yang dikenal luas berkat aksi gigihnya menerangkan desa-desa tertinggal di Indonesia, akan datang ke Singapura untuk menghadiri Malam Penganugerahan IPA Social Innovation and Entrepreneurship (SOLVE) Awards Night pada 3 Desember 2011 yang akan datang. Hal ini telah dikonfirmasi oleh ketua panitia IPA SOLVE Awards, Andriani Winoto, Sabtu lalu (15/10).
Tri Mumpuni, atau lebih akrab dipanggil Puni, adalah seorang inovator sosial yang karyanya telah menarik perhatian masyarakat dunia. Tak hanya di Indonesia, kewirausahaan sosialnya yang dikenal dengan nama IBEKA (Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) pun mendapat pujian dari Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama. Lebih membanggakannya lagi, Ashoka Fellow sejak 2006 ini pun baru saja menerima Ramon Magsaysay Award,sebuah penghargaan prestigius yang dianggap setara ‘Hadiah Nobel di Asia’, July kemarin di Filipina.
Apa yang telah beliau lakukan hingga mendapat pengakuan sedemikian rupa dari dunia internasional? Rupanya sejak tahun 90-an, Puni dengan didampingi suaminya telah dengan gigih membangun 60 buah pembangkit listrik mikrohidro (tenaga air sungai) untuk menyalurkan listrik ke desa-desa tertinggal. Fasilitas yang sudah dibangun tersebut biasanya akan dikelola sendiri oleh masyarakat setempat sehingga mampu mendorong ekonomi di desa mereka masing-masing. “Listrik bukan tujuan utama kami, melainkan membangun potensi desa supaya mereka berdaya secara ekonomi,” ujar Puni dalam sebuah wawancara yang telah lalu.
Menurut Andriani, selain selaku narasumber pada Malam Penganugerahan IPA SOLVE Awards nanti, Puni juga akan berperan sentral dalam proses seleksi peserta sebagai salah satu juri independen. Menemani Puni dalam tim juri adalah Pramoda Dei Sudarmo, alumni Nanyang Technological University yang sekarang berprofesi di McKinsey & Company, perusahaan bidang konsultasi manajemen. Selain itu, terdapat juga Sirish Kumar, ketua Rotary Youth Social Entrepreneurship Challenge (RYSEC).
Diluncurkan di Singapura pada 13 Agustus 2011, IPA SOLVE Awards merupakan sebuah ajang sosial yang bertujuan untuk memberi dukungan dan sokongan kepada para wirausawahan rintisan yang bergerak di bidang sosial. Nominasi diterima hingga 31 Oktober 2011 dan terbuka bagi para individu atau lembaga yang kegiatan sosialnya dapat bermafaat untuk Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut kunjugi www.solve.sg
Untuk mengenal sosok Tri Mumpuni lebih dekat, bisa juga saksikan video berikut
Video: Liputan 6






